Tanah Bergerak Terjadi di Sambirejo Sragen, Warga Diminta Waspada saat Hujan Lebat
- Oleh : LPPL Buana Asri
- 05 Februari 2026
- Dilihat 29 kali
Ilustrasi
SRAGEN - Fenomena tanah bergerak terjadi di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Warga di tiga dukuh diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi, karena pergerakan tanah telah merusak sejumlah bangunan dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Kepala Desa Sambi, Kresna Widya Purnama, mengatakan pergerakan tanah terpantau di Dukuh Tawangsari, Bendorejo, dan Wonorejo. Dampaknya, total sepuluh rumah warga mengalami kerusakan. Di Dukuh Tawangsari terdapat enam rumah terdampak, di Dukuh Bendorejo satu rumah, dan di Dukuh Wonorejo tiga rumah. Beberapa warga bahkan sudah mengungsi karena rumahnya dinilai tidak layak huni.
Ia menjelaskan, laporan awal mengenai fenomena tanah bergerak telah diterima sejak September 2025 dan kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pada Januari 2026, kerusakan dilaporkan semakin meluas sehingga mendapat perhatian dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebagai langkah jangka pendek, pihak desa mengimbau warga untuk segera mengamankan diri apabila hujan deras terjadi. Selain itu, pemerintah desa juga telah menyebarkan nomor-nomor penting yang dapat dihubungi apabila terjadi kondisi darurat.
Sementara itu, tim Badan Geologi Kementerian ESDM bersama Kepala Pelaksana BPBD melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada Selasa, 3 Februari 2026. Penyelidik Bumi Ahli Madya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Yudi Wahyudi, menjelaskan pergerakan tanah dipicu oleh kondisi morfologi wilayah yang memiliki kemiringan lereng dengan batuan penyusun berupa lempung.
Batuan lempung tersebut memiliki karakter mudah bergerak ketika jenuh air. Ditambah lagi, sebagian besar bangunan di lokasi berupa rumah beton yang relatif berat, sehingga turut memberikan tekanan pada tanah saat terjadi pergerakan.
Reporter: Indah Anjani









Assalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.