Komunitas SEHATI Sukoharjo Gelar Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Bagi Pengurus Unit Layanan Disabilitas Sragen

SRAGEN - Komunitas Disabilitas SEHATI Sukoharjo yang didukung oleh Caritas Germany, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sragen, menggelar kegiatan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana bagi Pengurus Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Front One Sragen, Kamis, 29 Januari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 24 peserta dari perwakilan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Sragen, SAR Himalawu, TAGANA, PMI, serta tim dari BPBD Sragen.

Project Manager SEHATI Sukoharjo, Joko Sudarsono, mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk peningkatan kapasitas Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana yang telah dibentuk, sekaligus memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, serta respon tanggap darurat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya SEHATI dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

Dengan harapan, masyarakat Sragen khususnya kelompok disabilitas semakin meningkat kapasitasnya terkait penanggulangan bencana, serta terpenuhinya hak dan perlindungan penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sragen, Danang Hermawan, yang menyampaikan materi tentang Konsep dan Karakteristik Bencana serta Prinsip-prinsip dan Sistem Penanggulangan Bencana. Narasumber kedua dari Komunitas Disabilitas SEHATI Sukoharjo, Edy Supriyanto, dengan materi Manajemen Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Bencana, dan PRB Inklusi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, SH, M.Si, mengucapkan terima kasih kepada Komunitas SEHATI Sukoharjo yang telah menginisiasi pelatihan dasar manajemen bencana bagi pengurus Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana di Kabupaten Sragen.

Dikatakan, pihaknya mengucap syukur karena kegiatan ini mendapatkan anggaran bantuan dari Caritas Germany, yang dalam dua tahun ke depan akan memberikan beberapa bantuan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana. Diharapkan, melalui kegiatan ini penyandang disabilitas dapat menjadi subjek pelaku dalam penanganan bencana.

Reporter: Indah Anjani

 

 

 

 

 

Baca Juga