Disdikbud dan Pusat Sejarah dan Tradisi Sukowati (Pastika) Sragen Gelar Sarasehan Bedah Naskah Babad Giyanti

SRAGEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen bekerjasama dengan Komunitas Pegiat Sejarah dan Budaya Pusat Sejarah dan Tradisi Sukowati (Pastika) Sragen menggelar “Ekspedisi Mangkubumi Bedah Naskah Kuno Babad Giyanti Jilid VIII (8) – XVI (16)”. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sarasehan tersebut dibuka secara simbolis oleh Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno, SH, di Pendopo Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Sragen, belum lama ini.

Kegiatan Bedah Naskah Kuno Babad Giyanti tersebut akan digelar hingga lima pertemuan ke depan, yang diawali pertemuan pertama pada Sabtu, 25 Oktober 2025, hingga jilid terakhir Babad Giyanti terbitan Balai Pustaka tahun 1939. Kabid Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Johny Adhi Aryawan, S.Sos, M.I.Kom, menjelaskan bahwa Bedah Babad Giyanti tersebut dilaksanakan untuk menelisik jejak-jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi di Bumi Sukowati. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menggali sejarah-sejarah masa lampau, sehingga diharapkan melalui sarasehan tersebut dapat memberikan manfaat serta pijakan primer dalam menelusuri sejarah yang ada di Kabupaten Sragen.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sragen Suparno, SH, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen serta Komunitas Pegiat Sejarah Sragen yang telah menyelenggarakan kegiatan sarasehan bedah naskah kuno dan membuka ruang diskusi bersama dalam mengupas sejarah Kabupaten Sragen.

Dalam kegiatan sarasehan Bedah Babad Giyanti tersebut, menghadirkan tiga narasumber. Ketiganya antara lain Ketua Solo Society, Dani Saptoni, S.S, yang mengupas Babad Giyanti Jilid VIII (8) yang merupakan hasil reportase tradisional ala Jawa. Selanjutnya, Peneliti Sejarah ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta, Ahmad Wahyu Sudrajad, M.Hum, memaparkan latar belakang Pangeran Mangkubumi dalam melakukan perlawanan terhadap Kompeni dan kakaknya, Paku Buwono II. Sedangkan Pegiat Sejarah dan Budaya Sukowati, Tri Rahayu, S.S, menyoroti fakta-fakta dalam Babad Giyanti Jilid X (10) yang menceritakan peperangan antara pasukan Pangeran Mangkubumi dengan VOC di wilayah Bagelen, Mlaran, Ungaran, Ambal, dan Jenar.

Sarasehan Bedah Babad Giyanti diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar perjuangan Pangeran Mangkubumi di wilayah Sukowati atau Sragen.

Baca Juga